Saat Fia masih duduk di kelas 2 SMP dia tertarik dengan Inov salah satu teman laki - laki di kelasnya. dia hanya menyimpan perasaannya itu sendiri tanpa ada siapapun yang tahu. mereka berdua memang terlihat sama-sama suka. tapi apa yang mereka tunggu lagi...
waktu itu pukul 13.00 WIB sekolah mulai kosong karena, saat itu adalah jam pulang sekolah. kecuali anak - anak yang harus melaksanakan tugas piket pada saat itu. hari itu bertepatan dengan hari rabu, hari dimana Fia harus melaksanakan piket kelasnya bersama Amalia teman dekatnya yang bisa juga disebut sebagai sahabatnya. saat keduanya melaksanakan tugas piket, tiba-tiba Inov dan satu temannya mendekati Fia dan mulai berbasa-basi.
" Fia", sapa Inov.
"iya, lho kok belum pulang ?", tanya Fia.
" em gak papa cuman mau lama-lama dulu di sini. Kamu piket sendiri ?" ucap Inov
" enggak aku sama Amalia memangnya kenapa ?" ucapku.
" enggak...nggak papa, cuman tanya"
" uh... kamu itu"
setelah mereka berbincang-bincang, Inov pergi ke belakang sekolah dengan temannya. saat Fia akan pulang setelah menyelesaikan piketnya, ia terkejut karena tiba-tiba Inov menghalangi jalannya. ia menyodorkan sebuah amvlop yang didalamnya terisi surat. isi surat itu adalah
untuk mu Fia
Fia sudah lama aku menyukai dirimu mungkinkah kamu juga suka padaku???
jika kamu juga suka padaku, maukah kamu menjadi teman spesialku???
aku ingin kamu membalas surat.ku ini secepatnya.
Inov
Fia menerima permintaa Inov dengan senang hati. merekapun resmi berpacaran. selama satu tahun mereka menjalaninya dengan suka dan duka. Inov yang menurut Fia sangat perhatian dan yang paling sempurna itu ternyata salah. Lama mereka berdua tidak bertemu dan SMS, saat Fia mencoba menghubungi slalu saja tidak bisa. ketika nomor Inov dapat dihubungi, Fia menanyakan mengapa minggu-minggu ini nomornya tidak dapat dihubungi. namun, apa yang Inov katakan ia tiba-tiba ingin putus dengannya. Fia langsung kaget dan meminta penjelasan dari Inov, tapi ia hanya terdiam. setelah ia tanyakan lagi, ternyata Inov benar-benar minta putus darinya.
Saat keduanya bertemu di sekolah mereka tidak berbicara apapun, bahkan bertatap muka juga tidak. kekecewaan Fia terhadap Inov sangat besar. ia merasa di bohongi Inov. seminggu telah ia lalui kehidupannya tanpa Inov. saat ia akan pergi keluar rumah ia melihat Inov bersama anaka perempuan lain. perasaannya semakin sakit dengan itu. tapi ia mencoba untuk ikhlas.
setelah lama ia menjalankan hari-harinya tanpa Inov, perlahan ia mulai bisa menerima. namun ia masih terbayang dengan kata-kata Inov yang sangat romantis. namun akhirnya, ia bisa menerima itu semua dengan lapang dada. aku merasa dia adalah laki-laki playboy yang hanya suka menggombali anak-anak perempuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar