Puspa pesona
Anggrek Bulan
(Phalaenopsis amabilis)
(Phalaenopsis amabilis)
Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah salah satu bunga nasional Indonesia/puspa pesona. Pertama kali ditemukan oleh ahli botani Belanda, Dr. C.L. Blume. Anggrek yang memiliki nama Latin Phalaenopsis amabilis ini ditemukan tahun 1753 oleh seorang berkebangsaan Belanda di wilayah kepulauan Maluku. Nama Phalaenopsis amabilis berasal dari bahasa Yunani yang berarti kupu-kupu, karena kuntum bunganya yang indah menyerupai bentuk sayap kupu-kupu.
Bibit anggrek bulan dapat diperoleh dari biji yang dikecambahkan dalam botol dengan media agar-agar yang diberi nutrisi. Disebut sebagai bibit anggrek dari botol. Anggrek ini usianya benar-benar masih muda, karena itu mirip kecambah, hanya memiliki 2 lembar daun kecil saja. Anggrek bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm lebih. Anggrek bulan senang hidup di tempat yang tidak terlalu basah, dengan kelembapan yang tidak berlebih. Kalau terlalu basah tanaman malah mudah busuk, karena bisa timbul bakteri yang akan menyerang ke akar. Idealnya, anggrek ditanam di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Semakin bagus sirkulasi udaranya, tumbuhnya akan semakin sehat pula. Anggrek akan lebih bagus jika berada di tempat yang banyak angin. Karena itu, banyak anggrek yang diikat di pokok pohon.
Bibit anggrek bulan dapat diperoleh dari biji yang dikecambahkan dalam botol dengan media agar-agar yang diberi nutrisi. Disebut sebagai bibit anggrek dari botol. Anggrek ini usianya benar-benar masih muda, karena itu mirip kecambah, hanya memiliki 2 lembar daun kecil saja. Anggrek bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm lebih. Anggrek bulan senang hidup di tempat yang tidak terlalu basah, dengan kelembapan yang tidak berlebih. Kalau terlalu basah tanaman malah mudah busuk, karena bisa timbul bakteri yang akan menyerang ke akar. Idealnya, anggrek ditanam di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Semakin bagus sirkulasi udaranya, tumbuhnya akan semakin sehat pula. Anggrek akan lebih bagus jika berada di tempat yang banyak angin. Karena itu, banyak anggrek yang diikat di pokok pohon.
Cara perawatan anggrek:
1. Tempatkan tanaman anggrek di halaman yang memiliki silkulasi udara baik. Semakin baik posisinya, maka semakin bagus pula bunga yang dihasilkan. Upayakan berada di tempat yang banyak angin.
2. Berikan fungisida atau obat antijamur dan insektisida agar tanaman tidak mudah busuk.
3. Perhatikan kebutuhan air. Anggrek yang baru ditanam atau belum berbunga membutuhkan air yang lebih banyak.
4. Berikan pupuk agar hasilnya lebih baik. Pupuk harus punya tiga unsur, natrium, fosfor, dan kalium.
5. Tempatkan pada pot bunga yang sesuai. Semakin besar tanamannya, semakin besar pula median tampungannya.
6. Kenali jenis anggrek yang akan dilakukan kawin silang, agar hasil bunganya sesuai dengan keinginan.
7. Jika ingin dijadikan hiasan dalam rumah, letakkan di balik jendela dengan sinar yang cukup. Jika daunnya berwarna hijau segar, berarti posisi tepat. Namun jika berwarna hijau tua, berarti kurang sinar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar